Rabu, 07 November 2012

puisi cinta


Kabut dan salju

Aku mendengar suara indah nan merdu
Memecah kesunyian didalam alam fikir
Merindu ketika sudah kuning layu
Menanti cerah sesudah datang mendung

Telah tak terhitung waktu adanya pohon ini
Begitu menyebarnya akar
Begitu meneduhkanya seluruh daun yang beriring
Dan aku tak berharap musim gugur tiba

Tersesat karena kabut tebal
Terperangkap dalam sejuknya embun sucimu
Kicau burung tak mampu mengusik nyamanya ini
Deras hujan tak mampu meluruhkan aku

Itu hanya detik dimasa yang telah jadi masa lalu
Sebuah pagi akhirnya mulai beranjah
Beranjak untuk memberi sinar kehidupan baru
Mengisi langit biru dengan pensil warna

Siapa yang tidak ingin hidup?
Aku sangat ingin terus hidup dan mengakar tegap
Memantau semuanya dari ketinggian hingga angkasa
Menerawang dengan mata seadanya ke seseorang yang memiliki segalanya