Rabu, 02 Mei 2012

cerpen remaja DI ujung mimpi


Nama : Imam

DI UJUNG MIMPI

                Aku tersentak akan adanya sebuah amplop berwarna merah jambu yang terselip di laci tempat dudukku.Dengan sedikit hati-hati aku mengambilnya dan memperhatikan dari  mana datangnya surat tersebut.Aku menaikan dahiku,apa tidak salah ada surat buatku.Aku tersenyum saat mengetahui ternyata ada seseorang yang sayang padaku.Sedikit tersenyum aneh aku dengan tulisan-tulisan yang ada dalam surat tersebut.Aku berfikir bahwa ini adalah sebuah lelucon yang gila,mana mungkin seorang gadis berani memberikan surat cinta pada seorang pria,sambil mengaruk-garuk kepala yang tidak berkutu ataupun gatal.
Aku membaca surat tersebut seraya tersenyum akan isi dari surat tersebut.Kalimat-kalimat puitis yang menyentuh jiwa.Berisikan kalimat-kalimat yang bernuansakan cinta.

Imam
Aku ingin mencintaimu seperti matahari
Yang tak pernah ingkat bersinar dipagi hari

                Itu adalah salah satu bait dari surat tersebut.Aku mengetuk-mengetuk meja ,seraya terpukau dengan susunan kalimat dari surat tersebut yang seakan dapat menghipotis dan dapat mengaktifkan nada-nada cinta dihatiku.Aku terus tersenyum saat surat tersebut ku baca.Ada sebuah rasa senang dan penasaran akan siapakah gadis yang mengirimkan surat yang amat menggugah sukma ini.Seraya menggesek-gesekan kakiku dilantai aku terus memikirkan kalimat-kalimat tersebut bahkan terus terbayang siapa sajakah orang berpeluang mengirimkan surat tesebut.
Aku berfikir bahwa ini adalah surat dari mantanku Anis yang baru 3 bulan ini kami putus.Aku merasa sedikit senang membayangkan jikalau memang dialah yang mengirimkan surat ini.Dalam harapku memikirkan sebuah harapan bahwa ia yang mengirimkan surat ini.
Saat aku sedang girang-girangnya datanglah sahabat ku,”pagi-pagi udah seneng aja imam ini”ucapnya seraya duduk disampingku.Putri adalah sahabat dekatku bahkan ia yang selalu mendengarkan curhatanku tentang segala masalah yang aku hadapi bersama mantanku dulu.Sambil  mengelus-elus dagu aku mengungkapkan kepada putri akan surat yang aku terima pagi ini.Ia tersenyum senang saat melihat tawa ku sambil memegang surat ini.Lalu ia bertanya “Siapa yang memberikan surat tersebut?”tanyanya sambil memandang dengan mata yang jernih .Aku berfikir hanya ada satu orang yang mungkin mengirimkan surat ini yaitu adalah Anisa.”Siapa lagi kalau bukan mantanku yang satu itu,mungkin ia menyesal karena telah memutuskanku”jawabku dengan girangnya.
Tiba-tiba putri langsung pergi saat aku selesai berbicara,”Mau kemana?”tanyaku cemas.
”Mau kekantin”jawab putri dengan sedikit emosi.
Memang begitulah sifat sahabatku yang satu itu selalu kekantin saat ia kesal.
                Tak cukup sekali aku membaca surat tersebut,aku harus membacanya berulang-ulang untuk mengerti arti dan makna dari surat tersebut.Aku membukanya tiap 5 menit sekali,seraya membayangkan wajah anisa yang tengah mengatakan kata-kata yang ada dalam surat tersebut.Dengan membaca surat tersebut aku seakan-akan bertemu dengan anisa secara langsung dan dengan membaca surat tersebut aku dapat mengingat kenangan-kenangan indah yang telah kami lalui selama 8 bulan.Bukan hanya senang aku menjadi seperti gunung krakatau yang siap meledah karena begitu menggeloranya rasa cinta yang ada didadaku ini.Seakan-akan tiada jarak antara aku dan Anis sehingga kami tersara dekat walaupun kenyataanya kami berjauhan.
Dengan rasa penasaran saat jam istirahat aku langsung menemui Anisa di kelas 9A.Aku meluncurkan senyum sejuk dan manis kepadanya  sebagai tanda bahwa aku menerima suratnya dengan suka cita.Aku pun mengajaknya ketempat duduk yang ada dipojokan kelas didekat jendela.Anis tidak terlihat marah denganku seperti hari biasanya.Ia menerima ajakanku untuk sekedar ngobrol masalah kami dari hati ke hati.
”Anis mengirim surat ini?”tangan kiri ku yang memegang surat dan tangan kanan memegang tangan lembutnya.
”Apa yang kamu maksud dengan surat ? aku tidak merasa pernah mengirimkan surat padamu”jawabnya dengan sedikit heran.
”Sungguh bukan kamu yang mengirimnya.?”tanyaku untuk sekedar meyakinkan jawabanya.
”Ia imam,Aku tidak memberikan surat apapun padamu,mungki dia gadis yang selama ini terus mengganggu hubungan kita”jawabnya sinis seraya melepaskan tanganya dari tanganku.Sambil tertunduk lesu aku berfikir siapa gadis yang dimaksud oleh Anis.
”Tidak usah pura-pura tidak tahu mam,gadis itu kan yang selalu bersamamu dan yang menjadi selingkuhanmu dulu”ujar Anis yang amat sadis menuju kepada sahabatku putri yang senantiasa menemaniku dalam suka dan duka.Sontak saja aku marah padanya”Kamu jangan ngomong sembarangan dan membawa purti dalam masalah kita,kamu cuma-cari-cari alasan supaya bisa putus dari ku padahal kamu sebenarnya dibelakangku kamu suka sama Ikbal kan,dasar cewek munafik!” ujar ku sambil mendorong bangku yang ada disampingku.Aku terus beranjak pergi meninggalkan Anisa yang telah sewenang-wenang dengan menyebutkan putri sebagai selingkuhanku.
Aku masih bisa terima kalu memang ia mengatakan bahwa dia sudah tidak sayang padaku dari pada menuduhku selingkuh dengan sahabatku sendiri yang notabene telah seperti saudara sendiri dan mustahil untuk menjadi kekasih.
                Setelah kembali kekelas aku disambut dengan hangat oleh sahabat ku Putri,ia memberi ku motifasi bahwa Anisa bukanlah gadis yang cukup baik untuk pria sebaik diriku,Sambil mengusap- usap punggngku seakan berusaha menenangkan kegelisahan dan kegundahan hati ku. Aku yang tengah sakit hati karena perasaan sayang yang masih ada dalam sukma tidak mampu bersanding kembali dengan pasanganya.
”Aku amat kecewa dengan keputusan anis yang telah memutuskanku hanya karena ia tidak suka akan kedekatan kita,padahal sampai kapan pun kita tidak akan jadi kekasih kan put..?”unggkapku seraya memejamkan mata menahan air mata yang ingin mengucur .Putri terus menarik tanganya dari pundakku dan dan mengatakan”memang tidak bisa ya mam..!” ungkapnya dengan lesu.Ia terus berlalu bersama rasa sedih yang ku alami,seakan akan sebuah istana cinta yang telah kubuat dari rasa sayang hancur diterpa ombak besar yang meluluhlantakan istana cinta ku.
                Aku pun memiliki rencana dalam malam perpisahan yang akan dilaksanakan malam nanti,aku berniat untuk mengajak Anisa untuk balikan.Karena rasa yang aku miliki masih ingin mekar dan berbunga walau apa pun yang terjadi biarlah rasa cinta ini aku ungkapkan karena rasa ini tidak bersalah,dan karena cinta bukanlah kesalahan maka hanya ada Anisa dihatiku saaatni.
Sampai tiba malam perpisahan,aku tidak melihat anisa disepanjang malam padahal aku berharap untuk bisa menyatakan perasaanku.Namun penantianku pupus dengan hadirnya sesosok lelaki yang ada disamping anisa dan menggenggam tangan nya dengan erat.Serasa musnah seluruh semangatku dan rusak semua tembok cintaku menjadi serpihan-serpihan kecil yang berserakan.Apa lagi setelah melihat ia memalingkan muka saat ia melihat ku,serasa matahari telah padam dam malam akan selamanya ada.Saat itu sebuah kabut menyelimuti diri dalam kesedihan.
Namun ada sesuatu yang hilang dari diriku selain cinta,yaitu sahabat.Aku terus mencarinya dan berharap ia dapat mendengarkan isi hatiku saaat iini.Namun saat acara hampir selesai ternyata ia belum kenjung datang.Handphond yang ada disaku kupun aku gunakan untuk  menelfonya namuan saat aku hendak menelfon,ada sebuah smSMS dari nomor yang tidak ku kenal yang berisikan,,

 Ada sebuah surat di meja mu by: putri.

Aku langsung bergegas ke kelas dan mendapati ada sebuah surat beramplop warna merah muda seperti dipagi itu.Kini surat tersebut memiliki nama pengirimnya yakni Firna putri yana yang berisikan..


Aku sahabatmu dan aku sangat amat sayang padamu
Sebagaimana kau menyayangi anisa
Hingga kini rasa ku masih sama dan rasa ku ini tidak salah karena cinta tidak pernah salah
Jadi biarkan rasa cintaku terpendam hingga akhir waktu dan biar aku datang dalam tiap mimpimu
Aku yakin bahwa aku tidak akan bisa melupakanmu,dan aku ingin kau menjadi seseorang yang paling aku cintai didunia ini.
Dan inilah hal yang ingin aku utarakan diujung mimpiku.

Setelah membaca surat tersebut aku dengan segera langsung menelfon putri.
“Halo bisa bicara dengan putri?”kataku sedikit perlahan,namun tidak ada jawaban hanya terdengar wanita yang tengah terisak-isak.
“Saya bicara dengan siapa?”kata wanita yang bersuara sedikit terisak-isak
“Saya imam temanya putri”jawabku dengan rasa cemas.
“ooo...Imam,putri tadi baru saja kecelakaan sepulang dari acara perpisahan dan tadi dia sempat koma dan sekarang ia baru saja meninggal” tuturkata dari ibu putri yang membuat hancur berantakan perasaanku.Sambil mendekap surat dari putri didadaku aku menangis dan tanpa sadar jatuhlah handphond dari tanganku.
Meninggal? Kata itu terus terbayang dan mengiang ditelingaku.Aku terdiam mematung ,merasakan hawa dingin angin malam yang masuk kedalam hatiku.Aku tiada berfikir ini bisa terjadi,sungguh tidak bisa dibayangkan.
Dulu didalam kelas ini aku tertawa bersama Putri dan dikelas ini pula aku menangisinya.
“Putri jangan tinggalkan aku,aku tidak bisa kehilangan orang yang amat mencintaiku”Teriaku seraya bersujud dilantai.Aku terus memukul-mukul lantai kelas dengan sekuat tenaga sebaigai pelampiasan rasa sedihku.Aku terus tertunduk dan akan tetap disini dan tidak ingin memejamkan mata,karena pasti aku hanya akan bertemu denganya lewat mimpi dan aku ingin bertemu denganya disini.Bukan  diujung mimpi ku namun semua sudah terlambat dan semua itu karena kebodohan ku.Kini Putri adalah sebuah kenangan yang terindah dan biarkan dia tenang disana diujung mimpi.



                                                                                                Oleh



                                                                                                Imam
                                                                                                NISN.9958832015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar