Sabtu, 15 September 2012

PUISI wanita terindah


WANITA TERINDAH

Saat sang Bangau asyik mencari katak dengan tongkat emasnya
saat sang Jerapah terlena berjalan ringan di taman rerumputan yang menghijau
saat sang Mentari pagi tersenyum riang dengan sinarnya yang keperakan menyilaukan
saat itulah kau hadir di tengah kerinduanku yang melanglang kalbuku

Kau cantik dan jelita dalam pandangan sanubariku
hatimu lembut dan penuh kasih sayang yang tak tersentuhkan
tersenyum indah dengan mata yang berbinar cerah menatapku
membentuk lesung pipit yang mempesona dalam kesederhanaanmu

Kau telah memberiku rasa indah dan bermartabat dalam hidup ini
yang dulu terabaikan dalam nuansa ego percaya diriku
tertatih dan terkapar tanpa keremangan lilin kecil yang redup
tergolek lemah tak berdaya tanpa asa yang berpendar di hati indahku

Pelangi telah tenggelam dalam semburat jingga sang Langit yang menawan
meninggalkan luka di relung hati yang berharap kerinduan
tanpa pernah menatap awan yang tersenyum indah pada sang bukit yang merintih
pergi dan tak kan pernah kembali lagi di peluk hangat sang hutan yang berjalan gontai

Saat meradang telah memuncak dan tak terperikan di relung hati yang memerah
kau hadir dalam sapaan lembut dan senyum kedamaian di hati yang tak terkesampingkan
membuatku terpana dan tercenung dalam ketidakpastian memilih
kau raih dan jerat hati terindahku dengan rasa kasih sayang yang suci dan murni
membuatku terbangun dari mimpi gelapku yang melenakan dan membuai lelapku

Kau membuatku tegar berdiri menatap sang Mentari pagi dengan sinarnya yang menghangatkan
kau telah mengajakku berdamai dengan hati indahku yang bergejolak riuh
kau membuatku bangkit dan berlari kencang mengejar ketertinggalanku
menjadikan diriku sosok lelaki yang berpendirian teguh dan bijaksana dalam menggapai asa

Kau adalah wanita terindah yang pernah kukenal di hati ini
meski kau menolak rasa cintaku yang pernah kutawarkan di hati terindahmu
yang selalu kubisikkan kata mesra dalam setiap langkah kata terindahku
namun kau selalu merendah hati dengan selalu menyebutku sebagai sahabat terbaikmu
yang membuatku kecewa dan terluka saat nuansa indah mengenangmu

meski luka dan kecewa menghinggap di relung hatiku
kau tetap lah menjadi wanita terindah yang pernah singgah di kalbu hatiku
yang pantang menyerah dalam menggapai asamu yang mampir sejenak di benakku
cerdas, trampil dan keibuan membuatku terpana dan tak bisa melupakanmu selamanya

Kaulah wanita terindah di dinding permata hatiku
kaulah mutiara terindahku yang terhormat dan santun
yang tak kan pernah teraih dan tergenggam dalam jiwa indahku
meski aku telah memohon kepadamu untuk meraih hatiku yang terindah ...untukmu...

kau hanya tersenyum lirih ...dan terasa keanggunanmu menggores hatiku
menatap sang Pelangi dengan sejuta warna indahnya
yang berbinar dan mengharapkan sang Bintang datang membantunya
namun kau tetap menyebutku sebagai sahabat terbaikmu...

aku tersentuh...
aku tersanjung....

tanpa pernah ku menyentuh hati terindahmu
yang kau simpan dan berikan pada sang Bintang pilihan hatimu yang terabadi....

aku terpana....
aku kagum
padamu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar